Himmah

"AKU INGIN menyampaikan DAKWAH ini sampai kepada JANIN di PERUT IBUNYA"-Hassan al-Banna

Sunday, June 2, 2013

Smile, Sorry and Thank You

Throughout these years, I noticed certain things about us as a Muslim (Malay Muslim in particular). I can’t stop comparing our manners to the Americans’. There are 3 most obvious manners that we are lacking of compared to them but in fact these are very encouraged in Islam… the smile, sorry and thank you.

I’m working as a Front Desk Assistant. I was sitting at this desk, doing my own work, waiting for people asking for help and I get paid for it. Then came this old women
passing over me with a friendly smile. And there were another students, some got parents with them doing the same thing… smiling at me. The professors, cleaners, securities also smiling at me although they don’t even know me. At the end of the day as they were leaving the building, they smiled and waving at me, “ Goodbye, you’ll have a nice day !”. I smiled back at them, just simply because this is the way of Rasulullah s.a.w  teaching us….


Senyum…nampak senang dan tak berharga namun sesungguhnya inilah salah satu sunnah Rasulullah s.a.w  yang ramai antara kita tidak endahkan. Siapa sangka dengan sebutir senyuman dapat menygurangkan sidikit sebanyak kesengsaraan yang saudara kita hadapi…

Even these non-muslim Americans are very generous with smile, why not us as a Muslim ?

Daripada Abu Dzar r.a, Rasulullah s.a.w bersabda:

“ Jangan sekali-kali kamu menganggap remeh sesuatu kebajikan, meski hanya berupa keceriaan wajah ketika kamu bertemu dengan kawanmu”

(HR Muslim)

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin juga ada meriwayatkan dari Saidina Ali bin Abi Thalib yang Rasulullah s.a.w merupakan seorang yang selalu kelihatan ceria, tenang dan santai, banyak tersenyum di hadapan para sahabat, bahkan ada kalanya Baginda tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.

Kepada abang-abang naqib di luar sana, usahlah kedekut dengan senyuman ye. Ingat semula pesan daie  berpengalaman Syeikh Abbas as-Siisiy:

“Senyuman adalah gambaran isi hati yang menggerakkan perasaan dan memancar pada wajah seperti kilatan cahaya, seakan berbicara dan memanggil, sehingga hati yang mendengar akan terpikat

(Syeikh Abbas as-Siisiy: Bagaimana Menyentuh Hati ?)

I’m not sure either I’m the only one who notice this or maybe my perception is wrong… that most of us, Malaysian Muslim are very hard to sorry to admit mistakes, even a very tiny miny mistake.

Memang dah jadi budaya kita aku rasa, melafazkan sorry itu lebih mudah daripada berkata maaf. But either way would be fine, you can say aasif too if you want as long as people understand.

Sesungguhnya mengakui kesilapan dan meminta maaf kepada orang yang kita pernah buat silap merupakan sesuatu yang amat dianjurkan dalam Islam…

Abi Hurairah r.a berkata, telah bersabda Rasulullah s.a.w.:

Barangsiapa pernah melakukan kezaliman terhadap saudaranya, baik menyangkut kehormatannya maupun sesuatu yang lain, maka hendaklah dia minta dihalalkan darinya hari ini, sebelum dinar dan dirham tidak berguna lagi (hari kiamat). (Kelak) jika dia mempunyai amal saleh, akan diambil darinya seukuran kezalimannya. Dan jika dia tidak mempunyai kebaikan (lagi), akan diambil dari keburukan saudaranya (yang dizalimi) kemudian dibebankan padanya.


(HR al-Bukhari)

Mungkin ada antara kita yang ada rasa ego dalam hati, rasa ego nak minta maaf. Tapi percayalah, once we say sorry for the mistake that we did, we’ll feel relieve, very relieve. Macam mana aku tahu tahu ? Sebab aku pernah rasa…

And for those seeking help from me at the desk, they never forget to thank me even if I can’t help them much. It’s not that I’m expecting one, but they have got used to this manner, the manner that we as a Muslim should have…

Dai Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w bersabda,

“Tidak dinamakan bersyukur kepada Allah bagi siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia”

 (HR Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi)

Rasulullah Saw. juga bersabda:

”Barangsiapa yang diberi pemberian maka hendaklah dia membalasnya dengan itu pula. Kalau tidak maka dengan memuji, sebab dengan memuji berarti telah berterimakasih dan siapa yang menyembunyikan (kebaikan orang padanya) berarti dia telah kufur nikmat.”

” Barangsiapa yang diberikan suatu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengucapkan jazakallaah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) berarti dia telah sempurna dalam memuji.”

(HR Tirmidzi)

I used to work in a grocery store back in Malaysia, and both of these work requires me to deal with people. That’s why I managed to notice these differences. Even for me, myself, is in the same boat as others who are lacking of these beautiful manners. But I’m working progressively to get rid of my ego. These are the sunnah of our beloved Prophet. Congratulations for those who are good at these and PLEASE be istiqomah and remind others to do so. As for me and people alike, let’s use this opportunity as the starting point to change… let’s regain our title as the Khairu Ummah ! (the best Ummah !)

2 comments:

  1. betul tu akim..
    as someone yg baru balik malaysia setelah sekian lame...
    mmg sgt ketara perbezaannya like what you said..
    kadang2, jadi sampai kita yg takut nak senyum pd org bila org tu asyik bermasam muka...

    ReplyDelete